Itikaf di Masjidil Haram adalah amalan yang paling dicari jamaah yang berangkat umroh di bulan Ramadhan. Berdiam diri di rumah Allah sambil memperbanyak shalat, dzikir, dan tilawah — apalagi di 10 malam terakhir — adalah pengalaman ruhani yang sulit ditandingi. Namun itikaf bukan sekadar “tidur di masjid”: ada syarat, tata cara, dan aturan yang perlu dipahami lebih dulu. Artikel ini membahas semuanya, lengkap dengan gambaran paket umroh itikaf Ramadhan 2027.
Daftar isi
Apa Itu Itikaf dan Kenapa Dianjurkan di 10 Malam Terakhir
Secara bahasa, itikaf berarti berdiam diri atau menetap. Secara istilah, itikaf adalah berdiam di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, disertai ibadah seperti shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan doa.
Rasulullah SAW beri’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itulah waktu paling utama untuk beri’tikaf adalah 10 malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil.
Syarat dan Rukun Itikaf
Syarat Orang yang Beri’tikaf
Beragama Islam
Berakal sehat dan sudah mumayyiz (mampu membedakan baik dan buruk)
Suci dari hadas besar, serta tidak sedang haid atau nifas bagi wanita
Dilakukan di dalam masjid
Disertai niat
Rukun Itikaf
Rukun itikaf ada tiga: niat, berdiam di dalam masjid, dan orang yang beri’tikaf. Jika salah satu tidak terpenuhi, itikaf tidak sah.
Niat Itikaf dan Bacaannya
Niat itikaf cukup dilakukan di dalam hati. Sebagian ulama menganjurkan melafalkan niat sebagai berikut:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ Nawaitu an a’takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīhi. Artinya: “Aku berniat i’tikaf di masjid ini selama aku berada di dalamnya.”
Tata Cara Itikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Waktu Mulai dan Selesai
Itikaf bisa dimulai sejak masuk masjid dengan niat, dan berakhir ketika keluar dari masjid. Untuk itikaf yang mengikuti sunnah 10 malam terakhir, jamaah biasanya masuk setelah shalat Isya atau Tarawih dan keluar setelah shalat Subuh, lalu boleh dilanjutkan lagi pada malam berikutnya.
(Catatan Gambar: Sisipkan foto suasana jamaah beribadah di dalam masjid di sini)
Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Yang tetap diperbolehkan selama itikaf antara lain: makan, minum, tidur, berbicara yang bermanfaat, serta keluar masjid untuk keperluan yang tidak bisa ditunda seperti ke kamar mandi.
Yang sebaiknya dihindari: memperbanyak obrolan yang tidak bermanfaat, bermain ponsel tanpa keperluan, dan aktivitas yang mengurangi kekhusyukan ibadah.
Hal yang Membatalkan Itikaf
Keluar dari masjid tanpa kebutuhan syar’i
Hilangnya akal, misalnya mabuk atau gila
Haid dan nifas bagi wanita
Murtad
Regulasi Arab Saudi: Tasreh dan Aplikasi Nusuk
Selama berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, jamaah mengikuti aturan yang ditetapkan otoritas setempat. Beberapa hal praktis yang perlu Anda tahu:
Pengurusan izin tertentu, termasuk tasreh Raudhah di Masjid Nabawi, dilakukan melalui aplikasi Nusuk.
Area itikaf dan jam operasional masjid dapat menyesuaikan kondisi Ramadhan, termasuk saat jamaah sangat padat pada 10 malam terakhir.
Bawalah barang secukupnya, karena ruang di dalam masjid sangat terbatas saat Ramadhan.
Ketentuan ini bisa berubah setiap tahun, jadi selalu ikuti arahan Tour Leader dan muthowif di lapangan.
Perbedaan Umroh Biasa dan Umroh Itikaf
Pada umroh biasa, jamaah tetap bisa shalat dan beribadah di masjid, namun jadwal lebih banyak diisi ziarah dan kegiatan luar masjid. Pada program itikaf, porsi waktu untuk berdiam dan beribadah di masjid dibuat jauh lebih besar, didampingi muthowif, sehingga jamaah lebih fokus menjalani ibadah secara berjamaah dan berkesinambungan.
Jika Anda belum yakin mana yang cocok, perbandingan kegiatan bisa dibaca di paket umroh Ramadhan 2027, sedangkan sisi keutamaannya sudah pernah kami ulas di artikel itikaf dan keutamaannya.
Jadwal dan Rincian Paket Umroh Itikaf Ramadhan 2027 IHATA Haramain
Program umroh itikaf IHATA Haramain 2027 berangkat 14 Februari dan kembali 22 Februari 2027 (9 hari), menggunakan maskapai Saudia Airlines tanpa transit. Sepanjang program, jamaah melaksanakan Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dengan pendampingan muthowif untuk rangkaian ibadah.
| Tipe Kamar | Paket Hemat | Paket Reguler |
| Quad | Rp40.500.000 | Rp46.500.000 |
| Triple | Rp43.500.000 | Rp51.500.000 |
| Double | Rp49.700.000 | Rp60.700.000 |
(Catatan Gambar: Sisipkan strip logo hotel / maysan.png yang 100 m dari Nabawi di sini)
Semua harga sudah all-in. Yang membedakan paket itikaf ini:
Hotel Madinah hanya sekitar 100 meter dari Masjid Nabawi, sehingga sangat praktis untuk tarawih, qiyamul lail, dan i’tikaf.
Makan di Madinah 3x sehari selama 2 malam.
Ziarah Makkah & Madinah disesuaikan dengan regulasi Arab Saudi selama kondisi i’tikaf.
Pesawat sudah dibooking dan tanggal sudah terkonfirmasi.
Grup kecil rasa private, maksimal 25 jamaah, dengan muthowif lulusan Timur Tengah.
Screening kesehatan jamaah sebelum keberangkatan serta SOP pendampingan bagi jamaah yang sakit.
Fasilitas lengkapnya mencakup tiket pesawat PP Jakarta–Saudi, bus AC eksklusif, visa umroh, hotel sesuai paket, Tour Leader dan muthowif, handling bandara Soetta dan Saudi, kajian-kajian, air zamzam 5 liter, biaya perlengkapan, manasik, lounge bandara, dan asuransi.
Untuk ketersediaan kamar dan pemesanan, lihat paket umroh itikaf Ramadhan 2027 atau tanya langsung lewat WhatsApp kami.
Tips Itikaf bagi Jamaah Lansia dan Pemula
Datang lebih awal agar mendapat tempat yang nyaman dan tidak berdesakan.
Catat nomor pintu (gate) dan simpan barang berharga seminimal mungkin.
Bawa perlengkapan ringan: sajadah tipis, air minum, obat pribadi, dan jaket tipis.
Atur pola tidur karena agenda malam lebih panjang; manfaatkan waktu siang untuk istirahat.
Selalu ikuti rombongan dan muthowif, terutama saat kondisi masjid sangat padat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu itikaf?
Itikaf adalah berdiam di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, disertai ibadah seperti shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.
Kapan waktu terbaik untuk itikaf?
Waktu paling utama adalah 10 malam terakhir Ramadhan, karena pada malam-malam itulah Lailatul Qadar dicari, terutama pada malam-malam ganjil.
Apa saja syarat itikaf?
Islam, berakal dan mumayyiz, suci dari hadas besar serta tidak haid atau nifas, dilakukan di dalam masjid, dan disertai niat.
Apakah jamaah umroh bisa beri’tikaf di Masjidil Haram?
Bisa. Jamaah dapat beri’tikaf di Masjidil Haram selama berada di Makkah dan di Masjid Nabawi setelah pindah ke Madinah, mengikuti aturan otoritas setempat.
Berapa harga paket umroh itikaf Ramadhan 2027 di IHATA Haramain?
Mulai Rp40.500.000 untuk kamar Quad dan sudah all-in. Rincian tipe kamar dan hotel dapat dilihat di halaman paket.
(Catatan Gambar: Sisipkan screenshot testimoni di sini)
Sudah Siap Itikaf di Masjidil Haram?
Slot grup kecil kami terbatas, dan 10 malam terakhir Ramadhan selalu menjadi periode paling cepat terisi. Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang melalui WhatsApp atau lihat detailnya di paket umroh itikaf Ramadhan 2027.


